Jakarta — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jumat (30/01/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes atas maraknya kebocoran data pribadi masyarakat serta buruknya tata kelola ruang dan informasi digital di Indonesia.
Salah satu orator aksi, Andre, menegaskan bahwa kebocoran data pribadi masyarakat terus berulang tanpa adanya pertanggungjawaban yang jelas dari pemerintah.
“Hari ini kebocoran data terjadi di mana-mana, terutama data pribadi masyarakat. Kami meminta Kementerian Komdigi bertanggung jawab penuh, bukan hanya sibuk dengan kegiatan seremonial,” tegas Andre dalam orasinya.
Sementara itu, Herianto menyoroti kondisi ruang digital nasional yang dinilai semakin tidak sehat akibat maraknya buzzer dan praktik penggiringan opini publik.
“Hari ini masyarakat semakin sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks. Buzzer bekerja secara masif, sementara negara justru absen melindungi masyarakat dari disinformasi,” ujar Herianto.

Orator lainnya, Ogy, menilai Kementerian Komdigi gagal menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan ruang digital secara optimal.
“Kementerian Komdigi hari ini tidak fokus bekerja. Media sosial dipenuhi hoaks dan disinformasi, tetapi negara gagal hadir sebagai penjamin keamanan serta literasi digital masyarakat,” ungkap Ogy.
Ogy juga mengungkapkan bahwa di akhir aksi, massa mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian.
“Kami meminta untuk ditemui oleh perwakilan Kementerian Komdigi, tetapi tidak digubris. Karena kekecewaan itu, kami membakar spanduk sebagai simbol protes. Justru di situ kami mendapat tindakan represif dari aparat,” jelasnya.
PP KAMMI menilai situasi ini mencerminkan lemahnya kepemimpinan dan arah kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital dalam menjaga ruang digital nasional. Oleh karena itu, PP KAMMI mendesak Menteri Komdigi untuk segera diganti.
“Kami meminta Presiden Prabowo untuk Reshuffle Menteri Komdigi, karena gak becus bekerja,” tutup Andre




