Mempertanyakan Merdeka yang Masih Jauh dari Ekspektasi

Tujuh Belas Agustus yang ke-81 pasca 1945 atau dikenal dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Usia yang menuju satu abad ini, adakah harapan kejayaan dan kemakmuran kedepannya? kalau pun ada, dapatkah generasi kami menikmati masa jaya itu?

Dapatkah kemenangan itu diraih dengan hanya menggelar perayaan atau doa-doa tahunan saja? Sementara itu, usia merdeka ini kian terus menua tanpa perubahan yang bermakna. Atau dapatkah kemajuan diraih dengan hanya memandatkan bangsa ini kepada segelintir orang saja dan 280 juta penduduk lainnya cukup bekerja untuk menyambung hidup saja?

Faktanya, para pemegang mandat itu hampir sepenuhnya hidup mewah jauh melampaui kualitas hidup masyarakatnya. Faktanya, pajak yang direlakan untuk membangun negara ini, justru digunakan untuk menambah kekayaan para pejabat yang rakus dan tidak bermoral. Faktanya, 81 tahun pasca 17 Agustus tahun 45, masih ada masyarakat yang harus mengambil kayu, mencuri ayam, bahkan bekerja bertaruh nyawa hanya untuk menyambung hidup keluarganya.

Lantas, apakah selama ini yang ada hanya ekspektasi tentang hidup layak, nyaman, aman, dan tentram saja? Sementara itu, langkah kita belum jauh, kesempatan berpendidikan masih rendah, kemampuan berbuat masih terbatas, hingga kesadaran politik yang masih tergadai atau bahkan terjual murah di setiap pemilu.

Kepada siapa bangsa ini mesti berharap? apakah kepada tokoh populis, para profesor, atau tokoh agama yang dinilai memahami hukum tuhan? Masalahnya, semua kategori tersebut, sudah pernah diberikan kesempatan, namun sebagian besarnya tidak merubah apa-apa dan justru hanya merubah nominal harta dan aset pribadinya.

Susah rasanya untuk percaya sepenuhnya kepada segelintir dari mereka yang memangku kebijakan itu. Namun, Indonesia kita ini harus terus berlayar dengan nahkoda dan arah yang pasti.

Maka dari itu, cara paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan percaya pada diri sendiri. Perbaiki kualitas diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Barangkali dengan itu, di usia genap 1 abad nanti, 50 persen pos pemerintahan diisi oleh setiap diri yang terus berpacu untuk lebih baik itu.

Semoga Indonesia kita ini, dapat menjadi Indonesia yang menghidupi dan melayani bangsanya sendiri.
Merdeka!

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *