Samudra Menanti KAMMI: Memaknai Kembali Khitah KAMMI dari Filosofi Kapal dan Dermaga

“Tempat teraman bagi sebuah kapal adalah di dermaga, tetapi bukan untuk itu ia diciptakan.”

Apakah kapasitas intelektual dan spiritual yang sedemikian besar itu hanya akan menjadi tinta mati di atas buku panduan kaderisasi? Apakah potensi sebesar itu hanya akan dibiarkan bersandar dalam ruang kontribusi yang sempit dan terbatas?

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *