Jakarta — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang memberikan stimulus mobilitas masyarakat berupa diskon tarif tol hingga 30 persen pada periode mudik Idul Fitri tahun ini. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya meringankan biaya perjalanan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Kepala Bidang Pariwisata dan Investasi PP KAMMI, Ogy Sugianto, menyampaikan bahwa kebijakan insentif transportasi ini akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pergerakan wisatawan domestik selama musim libur Lebaran.
“Diskon tol 30 persen ini merupakan langkah positif pemerintah untuk mendorong mobilitas masyarakat saat mudik. Selain membantu meringankan beban biaya perjalanan, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata domestik dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Ogy.
Menurutnya, momentum mudik Lebaran selalu menjadi periode dengan mobilitas masyarakat terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong kemudahan perjalanan akan memberikan efek berganda bagi sektor ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tujuan mudik.
“Setiap tahun, arus mudik membawa dampak ekonomi yang besar bagi daerah. Banyak sektor yang bergerak mulai dari kuliner, penginapan, transportasi lokal hingga destinasi wisata. Kebijakan ini harus dimaksimalkan sebagai momentum kebangkitan pariwisata domestik,” tambahnya.
PP KAMMI juga mendorong agar pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah, memastikan kesiapan destinasi wisata selama libur Lebaran. Hal ini meliputi kesiapan infrastruktur, kebersihan destinasi, keamanan wisatawan, serta penguatan promosi wisata daerah.
Lebih lanjut, Ogy menilai bahwa kebijakan insentif seperti diskon tol perlu menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat pariwisata domestik, terutama dalam memanfaatkan momentum libur nasional sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Momentum libur Lebaran harus dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat pariwisata domestik. Dengan dukungan kebijakan transportasi yang tepat, mobilitas masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di daerah,” tutup Ogy.
PP KAMMI berharap kebijakan serupa dapat terus dikembangkan oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional, mempercepat pemulihan sektor pariwisata, serta meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.




