PP KAMMI Gelar Diskusi Publik Bahas Posisi Indonesia di Tengah Rivalitas Global

Jakarta – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menggelar diskusi publik bertajuk “Lanskap Indonesia di Tengah Rivalitas Kekuatan Global” yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting, Senin (02/03/2026). Diskusi ini dimoderatori oleh Baihaqi selaku Ketua PP KAMMI Bidang Hubungan Luar Negeri dan menghadirkan pakar keamanan dan geopolitik, Dr. Wawan H. Purwanto, sebagai narasumber.

Ketua Umum PP KAMMI M. Amri Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan bentuk kepedulian dan kegelisahan generasi muda terhadap situasi global yang semakin memanas, khususnya di kawasan Timur Tengah.

“Negara-negara di Timur Tengah hari ini sedang dalam kondisi panas. Sebagai generasi muda, kita ingin memastikan bahwa bangsa Indonesia tetap memiliki posisi yang jelas dan strategis di tengah dinamika global yang penuh ketegangan,” ujar Amri Akbar.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda harus memiliki kesadaran geopolitik agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu memahami arah kebijakan global yang berdampak langsung terhadap stabilitas nasional.

Sementara itu, Dr. Wawan H. Purwanto dalam pemaparannya menjelaskan bahwa konflik dan perang yang terjadi di sejumlah negara merupakan bagian dari gagalnya proses negosiasi antar kekuatan besar dunia.

“Geopolitik yang panas saat ini dipengaruhi oleh rivalitas dua blok besar, yaitu blok Amerika Serikat dan sekutunya (Uni Eropa dan Jepang) serta blok Tiongkok yang di dalamnya terdapat Rusia, Iran, dan Korea. Negara-negara yang saat ini berperang pada dasarnya menjadi arena akibat gagalnya negosiasi dan kompromi di tingkat global,” ungkap pakar Keamanan.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa posisi Indonesia sangat strategis di tengah polarisasi global yang semakin tajam. Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi penyeimbang sekaligus mediator dalam meredam ketegangan internasional.

“Di tengah situasi global yang tidak menentu, Indonesia berada pada posisi strategis. Selain aktif menjadi mediator dalam berbagai forum internasional, Indonesia juga memiliki nilai tambah dengan keterlibatannya dalam Dewan HAM tahun 2026. Ditambah lagi, wilayah Indonesia tetap menjadi jalur perdagangan dunia yang sangat vital,” jelas Dr. Wawan.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi nasional sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan global. Menurutnya, penguatan ekonomi rakyat melalui program MBG serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi langkah awal yang patut diapresiasi.

“Bangsa Indonesia sedang berupaya menumbuhkan ekonomi rakyat melalui MBG dan KDMP. Dampaknya mulai dirasakan sebagai bagian dari penguatan fondasi ekonomi nasional,” tambahnya.

Ke depan, Dr. Wawan menekankan bahwa Indonesia harus memprioritaskan pembangunan sektor industri sebagai motor penggerak kekuatan nasional.

“Saat ini, bangsa Indonesia harus memperkuat sektor industri sebagai fondasi utama penguatan daya saing dan kemandirian nasional di tengah rivalitas global,” tutupnya.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *